Friday, November 7, 2014

Jumatulis Season 2 - 07 Botol - Tempat Makhluk Bernama Sedih

Seandainya kesedihan yang ia rasakan dapat dimasukkan ke dalam botol, Perempuan Itu akan mengeluarkan berliter-liter perasaan itu dari tubuhnya; melalui mulut, hidung, mata, dubur, saluran kencing, dan dari seluruh pori-pori kulitnya. Ia akan menampung semuanya dalam botol, berusaha tak ada setitik pun yang tercecer mengotori lantai, dan kemudian menutupnya rapat-rapat. Setelah itu ia akan membasuh seluruh tubuhnya... dan melupakan semuanya...

Seandainya semudah itu. Maka hidup Perempuan Itu akan jauh lebih enteng.

Tapi nyatanya hidup tidak pernah semudah itu. Meski berapakali pun muntah, kencing, berak, hingga mandi junub dan mandi kembang tujuh rupa, kesedihan itu tetap ada.

Ada kesedihan yang tak bisa, mungkin tak mau, beranjak dari dirinya. Ia serupa benalu yang mengisap sari-sari kehidupan dari inangnya, yang kebetulan adalah dia.

Pernah Perempuan Itu meyakini, kesedihan itu sesosok makhluk yang menggentayanginya. Dengan suatu cara, ia dapat menyingkirkan makhluk itu dari hidupnya, memasukkannya dalam botol mungkin... lalu membuanya ke laut. Membiarkan ombak membawa jauh botol itu, lebih baik lagi jika ia tenggelam ke dasar samudra terdalam dan tak ada cara untuknya kembali ke permukaan. Dia ngeri membayangkan akan ada seseorang yang menemukan botol tersebut dan membukanya. Seperti kisah seribu satu malam, hanya saja yang keluar dari botol itu bukan jin yang akan mengabulkan tiga permintaanmu, tetapi makhluk yang akan menggentayangimu, menempel di pundakmu, dan memberimu banyak kesedihan.

Mungkin hal itu yang terjadi padanya?
Sewaktu kecil, saat-saat ia tertarik pada petualangan, rahasia, dan obsesi menemukan harta karun, mungkinkah dia menemukan botol yang berisikan makhluk itu dan membukanya? Sehingga hidupnya menjadi seperti saat ini? Bukankah dia dulunya anak yang bahagia?

Seandainya jantung yang berdetak di dadanya ini – tempat yang ia duga bersemayamnya sang makhluk – bisa ia cabut kemudian dicuci bersih... jika tak dapat di cuci juga tak mengapa, ia hanya perlu menyimpan jantungnya itu, di savety box bank misalnya atau di lemari besi yang akan dia tanam di halaman rumahnya, dan membiarkan dadanya kosong.

Sayangnya hidup tidak semudah itu...

Dia harus menanggung dan bersahabat dengan kesedihan itu hingga...

KAPAN?!!


0 comments:

Post a Comment

Silakan berkomentar sesuka hati! :)